Miscarriage (again)

Saya dan Pak Suami menikah sudah satu tahun, tentunya layaknya pasangan yang menikah kita ingin memiliki keturunan secepat mungkin, namun takdir Allah menentukan lain. Saya mengalami 2 kali keguguran dalam 7 bulan berturut-turut.

 

Keguguran pertama.

6 bulan setelah menikah, saya mengalami keguguran yang pertama. Keguguran tersebut tidak diketahui, karena tanggal saya mengalami pendarahan sesuai dengan jadwal saya haid hanya saja mundur 3 hari. Haid yang maju mundur sekitar 3 hari masih saya anggap wajar, karena kan jadwal tidak selalu tepat. Hanya saja, saat itu saya bingung kenapa haid tidak berhenti di hari ke 8-10, malah darah yang keluar bukan flek layaknya orang yang selesai haid namun tetap merah seperti biasa.

Akhirnya saya dan suami memutuskan pergi ke RS  Yadika Pondok Bambu. Di RS yang pertama, setelah diperiksa hanya dibilang bahwa ada penebalan dinding Rahim namun tidak ada kantung janin jadi mungkin hanya karena hormone. Saya pun diberikan obat penghenti darah, namun obat habis, pendarahan tidak berhenti. Akhirnya pindah ke RS Harum Kali Malang, dan setelah diperiksa dinyatakan hamil. Dicek kembali, bahwa kantung janin pun sudah luruh akhirnya diputuskan dikuret untuk pembersihan.

Proses kuret dilakukan hanya sebentar dan tidak terasa sakit sama sekali dikarenakan dibius total. Mungkin juga hanya tersisa sedikit, obat biusnyapun tidak terlalu tinggi sehingga saat sadar tidak ada rasa pusing ataupun mual. Dokter yang melakukan proses kuret juga menginformasikan bahwa sisa di dalam Rahim yang dikeluarkan hanya sedikit dan setelah dilakukan proses pemeriksaan lab itu murni jaringan dr Rahim tanpa ada kista ataupun myom. Dokter menyarankan untuk melakukan program hamil minimal 2 x jadwal haid setelah kuret dilakukan.

Kehamilan Kedua

Pada bulan januari 2018 lalu dan setelah telat haid 3 hari (saya sudah mengalami haid 3x setelah proses kuret pertama) saya melakukan test pack untuk memastikan hamil atau tidaknya. Lagian sayang itu TP dibeli ga dipake hehhe… Alhamdulillah garis kedua yang keluar sangat cepat yang kalau dibaca di kemasan TP itu pertanda hamil.

Akhirnya periksa ke Dokter saat minggu ke 8 dan dinyatakan positif hamil. Di USG pun sudah terlihat kantong kehamilan dengan ukuran yang sesuai. Dijadwalkan untuk periksa kembali di minggu ke 12 atau 1 bulan setelah periksa awal. Saya pun diberi vitamin dan penguat kandungan.. Hanya saja karena merasa sehat (toyor deh) saya tidak meminum obat penguat kandungan karena efek obat ini bagi saya cukup keras, ditandai dengan 2 jam setelah meminum obat langsung pusing dan tertidur.

Aktivitas saya pun ke kantor berjalan seperti biasa, masih naik motor sendiri yang jalannya pelan2 karena macet luar biasa. Tahu sendiri lah jalan dari Duren Sawit ke Kuningan itu Cuma 9-10 km tp macetnya W.O.W banget…

Hanya saja di minggu ke 10, saya merasa lelah luar biasa, mungkin karena macet yang masya Allah.. saya pun memutuskan minggu depan untuk naik kereta dan dilanjutkan dengan angkot ke kantor. Telat dikit gpp deh dalam hati.

Tapi apa daya di minggu ke 11, muncul flek ditambah dengan spot darah. Sempat panik dan hubungi suami. Cm dia bilang kamu tenang, jangan panic dulu fleknya mungkin karena kecapekan. Esoknya saya pun cuti untuk beristirahat.

Tetapi walaupun cuti, ternyata flek yang keluar semakin banyak dan puncaknya di hari berikutnya. Saya memutuskan ke dokter kandungan yang ada di Klinik Kehamilan Sehat. Saat itu dr. Eva Fabia Spog yang menangani. Setelah dicek, beliau hanya bilang ibu ini janinnya ga ada djj (detak jantung janin), ukurannya sih normal, janin pun ada di dalam kantongnya hanya saja djj tidak ada. Jadi ini suspect fetal demis ya atau keguguran. Saya juga disarankan cari opini dokter lain oleh beliau. Untuk sementara saya tetap disuruh minum vitamin dan obat penguat ditambah dosisnya dan periksa kembali setelah 2 minggu.

Rasanya saat pulang dari klinik cm pengen nangis aja di dalam angkot. Begitu sampai rumah dan masuk kamar cm bisa tiduran dan menangis. Suami yang buru2 pulang (hanya saja ga kekejar ke klinik) begitu melihat saya menangis cm ditenangkan. Dipeluk terus, dibilang ini kan hanya suspect, kamu istirahat aja minum obatnya. Saya Cuma bisa menurut….

Selama 3 hari sejak dari klinik, pendarahan terjadi terus menerus dan bukan flek lagi tapi sudah seperti menstruasi. Akhirnya saya ke RSIA Bunda Aliyah di hari ke 4 dan ditangani dr. Alesia Novita Spog. Dari rumah saya sudah menguatkan hati, kalau memang hasilnya sama dan harus dilakukan tindakan maka ini adalah takdir Allah. Dan ternyata benar, informasi dari dr. Alesia ini adalah Kematian Mundigah.

Kematian Mundigah adalah kematian yang dialami oleh janin usia kurang dari 20 minggu dikarenakan kegagalan kromosom. Saat saya tanya apakah ini karena kecapekan, dokternya hanya bilang ini karena kromosom atau benihnya kurang bagus kok . Saya pun Tanya kembali bisa atau tidak dipertahankan, beliau hanya bilang ini sudah pendarahan, diteruskan pun percuma karena memang sudah tidak berkembang. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kuret kembali di esok harinya

Kuret Kedua

Masya Allah rasanya luar biasa dibanding yang pertama. Mgkn karena yang dikeluarkan juga cukup besar. Saya diberi obat2an untuk membuka Rahim, dan mulesnya Alhamdulillah banget deh. Obat biusnya jg cukup tinggi, karena begitu mau sadar rasanya seperti masuk ke film dr. strange yang banyak labirin itu lohhh…Pusing luar biasa, mata ga bisa dibuka. Yang terdengar hanya suara monitor jantung dan tekanan darah. Pelan2 saya menggerakan kaki dan tangan sedikit demi sedikit. Mata terbuka sedikit hanya saja pusingnya luar biasa. Akhirnya suami datang dan saya cm bilang pusing banget ini dan dia mijitin terus sampai saya akhirnya bisa duduk pelan2.

Untung pak suami ga jijikan liat darah, setelah 4 jam saya memberanikan diri k kamar mandi diantar pak suami dan dibersihkan semua kaki saya yang kotor karena darah dari underpad. Sebetulnya ga kotor2 banget, Cuma kan ya nempel itu kaki sama undepad yang udah ga karuan warnanya karena darah saya.

1 jam kemudian saya sudah diperbolehkan pulang dan diberi obat-obatan serta jadwal control 1 minggu setelah proses kuret.

Dari proses 2x keguguran ini, saya dan suami pun banyak mengambil pelajaran dan lebih mendekatkan lagi ke Allah agar kedepannya, mohon ampun atas semua dosa dan diberikan apapun yang terbaik dalam kehidupan.

Untuk para miscarriage survivor, we did it!! Terima kasih sudah sama2 berjuang, saya tahu itu ga musah karena sampai sekarang pun saya masih menangis melihat foto2 USG calon anak atapun saat menulis ini. Semoga para miscarriage survivor diberikan kemudah kembali untuk memiliki keturunan dan untuk para calon ibu diluar sana yuk kita berjuang dengan promil yang sehat!!!

 

 

XoXo

 

Tata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s